Dadi NORIBET, Menjadi Wirausaha Terinspirasi Film The Billionaire

Akbar Zainudin dan Dadi NORIBETAkbar Zainudin dan Dadi NORIBET
header niko 728 x 90
Akbar Zainudin dan Dadi NORIBET

Akbar Zainudin dan Dadi NORIBET

NORIBET Menjadi Pengusaha Terinspirasi Film The Billionaire

Dari mana ide-ide bisnis itu berasal ? Dari banyak hal yang ada di sekeliling kita, dan salah satunya adalah dari film. Begitulah yang dialami Dadi Supriadi, pengusaha asal Bandung yang memproduksi keripik rumput laut. Ide bisnis keripik rumput laut ini memang timbul setelah Dadi menonton film “The Secret of Billionaire”.

Film ini mengisahkan tentang seorang pengusaha muda Thailand, Aitthipat Kulapongvanich yang mulai berbisnis sejak usia muda. Gagal dengan berbagai bisnis sebelumnya, pemuda ini lalu mencoba berbisnis keripik rumput laut. Banyak tantangan yang dihadapi oleh pemuda ini, mulai dari cibiran orang-orang yang meragukan kemampuan dan masa depannya, hingga permasalahan produksi yang memang tidak mudah.

Tidak semua rumput laut bisa dijadikan keripik, hanya rumput laut dari jenis tertentu. Karena itulah, ia memilih berbagai rumput laut yang cocok dijadikan keripik dan makanan ringan. Persoalan bahan sudah selesai. Masalah lain adalah cara menggorengnya. Dengan bahan rumput laut yang sangat tipis, maka menggorengnya hanya boleh dilakukan satu detik, hanya semacam menempelkannya di atas minyak mendidih, lalu langsung mengangkatnya kembali.

Teknik menggoreng ini juga dilakukannya berkali-kali, dan berkali-kali pula gagal. Hingga akhirnya, ia menemukan teknik sempurna dalam menggoreng. Lalu ia mengemas dalam kemasan alumunium foil, memberinya label dan merek, lalu siap untuk dijual. Pertanyaannya kemudian, dijual ke mana?

Inilah tantangan sebenarnya dalam pemasaran, bagaimana bisa memproduksi secara baik, dan bagaimana pula bisa memasarkannya dengan baik pula. Banyak pengusaha yang terlalu fokus pada produksi, lalu lupa bagaimana memasarkannya. Mulailah pemuda itu menjual di sekolah-sekolah dan toko-toko di sekitar tempat tinggalnya.

Awalnya memang susah, tapi lambat laun, kepercayaan orang semakin tinggi. Produknya semakin digemari, terutama oleh anak-anak dan kaum remaja. Skala produksinya semakin besar. Maka distribusi produknya semakin lama semakin besar. Dimulai dari tingkat lokal, daerah, lalu menembus ke tingkat nasional. Begitulah, sang pemuda akhirnya bisa menjadi milyuner muda berkat usaha keripik rumput lautnya.

Lahirnya NORIBET, Keripik Rumput Laut Indonesia

Cerita ini sangat menginspirasi Dadi. Tidak hanya inspirasinya yang diambil, tetapi juga sekaligus produk yang dijualnya. Dadi ingin berbisnis keripik rumput laut. Dadi melihat hingga saat ini belum banyak produsen Indonesia yang memproduksi keripik rumput laut. Jikapun ada produknya di pasaran, itu adalah impor dari luar negeri, utamanya China dan Thailand. Dadi ingin agar ada produsen Indonesia yang memproduksi keripik tersebut.

Maka mulailah Dadi mencari informasi di mana bisa membeli rumput laut sebagai bahan. Rumput laut yang digunakan adalah rumput laut yang biasa digunakan untuk melapisi shusi, makanan khas Jepang. Karena shusi banyak terdapat di Indonesia, maka bisa dipastikan rumput laut sebagai bahannya juga bisa didapatkan.

Setelah proses pencarian yang cukup lama, Dadi akhirnya menemukan informasi bahwa rumput laut berbentuk lembaran itu bisa didapatkan dari sebuah distributor di Jakarta. Maka mulailah Dadi mencari di mana distributor tersebut berada. Dan akhirnya dengan berbekal nomor telepon dan alamat yang didapatkan dari Google, ia bisa menemukan distributor rumput laut tersebut.

Sayang beribu sayang, ternyata lembaran rumput laut yang dijual itupun bukan berasal dari rumput laut Indonesia. Bisa ditebak produksi negara mana, mana lagi kalau bukan produksi Tiongkok, Made in China. Rumput laut dari Indonesia banyak juga yang diekspor keluar, terutama dijadikan bahan untuk kosmetik dan farmasi.

Jadi, bangsa Indonesia masih menjual rumput laut dengan harga murah, masyarakat luar yang kemudian memberi nilai tambah yang menjadikannya produk dengan harga jauh lebih mahal.

Tapi ya sudahlah, Dadi tidak perlu berpikir panjang tentang nasionalisme semacam ini. Fokusnya adalah bagaimana menjadikan lembaran rumput laut yang sebenarnya sudah matang ini menjadi keripik yang bisa dijadikan bisnis. Dengan penuh kegembiraan, lembaran rumput laut itu mulai dibuka dan digorengnya. Ia tidak perlu melakukan kesalahan yang sama dalam menggoreng, karena sudah belajar dari film.

Lembaran rumput laut itupun digunting kecil-kecil terlebih dahulu sebelum digoreng. Selesai digoreng, sebagian rumput laut tidak diberi perasa, dibiarkan dengan rasa asli (original), dan sebagian lain diberi sambal untuk rasa pedas. Rumput laut yang sudah masak ini lalu dibungkus dalam wadah alumunium foil, diberi label, dan siap dipasarkan.

Pada awal usahanya, Dadi masih menggunakan peralatan tradisional terutama untuk mengelem dan merapatkan bungkusnya. Beruntung Dadi mendapatkan bantuan permodalan dari Program Pemerintah melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional yang dibelikan mesin pengelem (sealer) dan juga mesin pengisi udara (vacuum). Vacuum ini dibutuhkan agar rumput laut tidak rusak setelah dibungkus.

Produk rumput laut karya Dadi ini diberi merek NORIBET. Nori adalah sebutan lain untuk rumput laut, dan merek ini juga bisa diplesetkan menjadi “no ribet”, ada-ada saja si Akang Dadi ini memberi merek produknya.

Noribet dipasarkan melalui distributor dan reseller. Mereka mengambil produk dari Dadi dan memasarkannya ke kantin-kantin sekolah dan toko-toko di berbagai tempat. Saat ini memang belum bisa masuk ke supermarket modern karena terbentur skala produksi yang harus besar dan berkesinambungan, serta berbagai sertifikasi dan perijinan yang masih perlu diselesaikan.

Namun ke depan, Dadi menginginkan produk Noribet bisa menggantikan produk-produk sejenis yang selama ini masih diimpor. Noribet harapannya bisa menjadi industri besar sehingga didistribusikan tidak hanya secara lokal, tetapi juga bisa didistribusikan secara nasional.

Dadi percaya, jika pemuda Thailand itu bisa membangun bisnis besar dari keripik rumput laut, ia juga bisa melakukannya dengan jual keripik rumput laut NORIBET. Tinggal bagaimana menduplikasi langkah sukses yang sudah dilakukan, mengadopsinya, dan menyesuaikannya dengan kondisi Indonesia.

Begitulah, ide bisnis itu memang bisa dari mana saja. Dan film adalah salah satunya. Jadi tontonlah film, dan ambillah inspirasinya.

Nah… Bagi pembaca Fokbis yang mau bermitra dan menikmati gurihnya keripik rumput laut NORIBET ini bisa hubungi langsung Dadi NORIBET di 0856 5920 8402.

[Tulisan Akbar Zainudin Man Jadda Wajada : Motivator Man Jadda Wajada | Hub 0856.9703.5117]

kantor 2 300 x 250 lelah di kantor ??? 300 widget kanan

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


BANNER FREE MEMBER
Tips Bisnis Online & Internet Marketing GRATIS via PIN:2AEDE6B7 & WA:089602822094Join FREEmember