Ibu Imas Butikavaka, Bermodal Blackberry Raih Omset Puluhan Juta Perbulan

Imas Butikavaka
header niko 728 x 90

Imas Owner ButikavakaHingga saat ini Ibu Imas masih belum percaya kalau dia bisa berjualan/berbisnis. Maklum, dia berasal dari Serang – Banten yang dikenal bukan sebagai daerah yang melahirkan para Pedagang, apalagi lingkungan keluarganya (orang tua, paman, saudara) berprofesi sebagai Guru. Tidak heran setamat dari MAN 1 Serang, dia kuliah di Universitas Negeri Jakarta (dulu IKIP) ambil jurusan Bahasa Jerman.

Semua orang tahu kalau UNJ mencetak para Guru, bukan Pengusaha. Alhasil, jadilah Bu Imas ini sebagai Guru dibeberapa sekolah menengah atas (SMA) Jakarta. Sebut saja SMAN 23 Jakarta Barat, SMKN 24 Jakarta Timur, SMA Barunawati Jakarta Barat, terakhir mengabdikan dirinya di SMA YPBDN Daan Mogot Jakarta Barat mengajar dwi Bahasa Internasional : Jerman & Inggris.

Semua rekan-rekan Guru dan para Murid yang mengenalnya dari berbagai sekolah tersebut tahu betul bagaimana dedikasi dan profesionalisme Ibu tiga putra ini dalam mengajar. Imas Maslahul Islahiah, begitu nama lengkapnya,  sering diganjar sebagai Guru Terfavorit oleh para murid disekolah-sekolah tersebut, karena metode “Fun Learning” yang diterapkannya saat mengajar  mereka. Bahkan dia berhasil membawa muridnya menjuarai berbagai perlombaan Bahasa Jerman se-SMA se-DKI mengalahkan SMA-SMA ternama Ibu Kota.

Namun, kegemilangan dan prestasi mendidiknya tidak membuat karir mengajarnya berjalan baik dan mulus. Dia harus merelakan dirinya “didepak” oleh kebijakan kepala sekolah negeri tempat dia mengajar yang menghapus mata pelajaran yang dipegangnya, padahal dengan mata pelajaran bahasa Jerman sekolah tersebut mendapatkan prestasi. Akibatnya, karir mengajarnya bertahun-tahun disekolah negeri hangus tak berbekas yang menyebabkan peluang PNS didepan matapun jadi pupus.

“Setiap Guru pasti mengidamkan jadi PNS, selangkah lagi tuk jadi PNS disekolah negeri harus menelan kebijakan pahit kepala sekolah yang menghapus pelajaran yang saya pegang, sekaligus harapan saya tuk jadi PNS, Alhamdulillah…Allah memberi saya suami yang bijak, bisa menghibur dan memotivasi saya setelah ‘dipecat’ dari sekolah negeri, sering mengatakan pada saya “rezeki Allah itu Maha Luas, jangan karena pintu PNS tertutup kita jadi putus asa, yakinlah pintu PNS tertutup, maka Allah SWT buka pintu-pintu rezeki yang lebih banyak lagi…” kata Ibu Imas mengingat pesan suaminya.

Belajar Bisnis

Berawal dari kesukaan sekaligus ‘penyakit’ akut yang dideritanya yaitu lapar mata terhadap fashion, memaksa dirinya untuk bisa memenuhi kesukaan sekaligus mengobati ‘penyakitnya’ tersebut secara GRATIS. Tidak ada cara lain kecuali JUALAN barang yang disukai, yaitu Fashion.

Awalnya, dengan berbekal modal beberapa ratus ribu, Ibu Imas berjualan baju anak-anak branded dengan cara ngelapak dipinggir jalan dekat rumahnya daerah Perum 1 Karawaci-Tangerang. Sumber Baju-baju tersebut diburunya didunia maya, dimana ada sumber lebih dan paling murah pasti disabetnya.

Bahkan saking “gelap mata” terhadap baju branded harga murah tersebut, Ibu Imas sempat terjebak pada PENIPUAN suplier bodong, hampir 3 juta dananya raib tak berbekas, padahal dana tersebut hasil dari akumuluasi “belajar jualan” nya yang baru dimulai beberapa pekan.

“Yaaa…anggap aja itu uang sekolah belajar jualan otodidak mas…” katanya mengenang masa itu.

Ritual ngelapaknya ini dilakukan setiap hari Libur/Minggu, kebetulan tempatnya ngegelar jualan menjadi jalur orang-orang berolah-raga pagi, tentunya banyak juga yang melakukan ritual serupa.

“Lumayan, daripada libur pagi diisi oleh tidur lagi sehabis subuh, mending jualan aja…” begitu salah satu motivasinya jualan dipinggir jalan.

Namun ritual jualan seperti ini hanya dilakoninya beberapa bulan saja. Padahal saat menjelang Lebaran, dia pernah dapat omset 3 jutaan dalam beberapa jam ngelapak.

“Capek dan panas kalau jualan seperti ini…” alasannya berhenti ngelapak.

Jualan via BlackBerry

Meski berhenti jualan dipinggir jalan, bukan berarti semangat jualannya berhenti pula, malah makin meng’gila’, hanya beda media dan cara saja. Berbekal BB hasil kreditan, Ibu dari Aghnan, Kavaka dan Mastah ini mencoba peruntungan jualan fashion via BB.

Dia MEMAKSA dirinya untuk beli BB dengan cara kredit, sementara dia sendiri belum tau cara penggunaan fitur-fitur smartphone tersebut, apalagi cara menggunakan BB buat bisnis.

Sampai pada saat MUSIBAH menimpa keluarganya…

Awal 2012, sang suami tercinta mengalami kecelakaan tunggal dijalan raya. Roda motornya slip yang membuatnya terpeleset dan terjatuh. Meski tidak ada luka-luka sedikitpun, namun naas kaki kirinya tertimpa badan motor tepat dipersendian dengkul, dan persendian dengkul tersebut lepas. Akibatnya, sang suami harus menjalani perawatan tulang dan terkapar diatas dipan tak berkasur selama 5 bulan lebih, praktis selama itu dunia sang suami hanya seluas 1×2 meter karena tidak bisa melangkah sedikitpun. Mulai dari sholat, mandi, makan hingga BAB dilakukannya diatas dipan tersebut. Naahh…disaat itulah cinta dan pengabdian Ibu Imas teruji, melayani suami yang tengah lumpuh.

“Subhanallah…saat keluarga kami terkena musibah tersebut, Allah benar-benar membuka jalan rezeki-Nya buat keluarga kami. Ditengah kelumpuhannya, otomatis ayah anak-anak tidak bisa beraktifitas, sayapun harus cuti dari sekolah hampir 2 bulan untuk menjaganya. Dasar orangnya suka belajar, dalam keterbatasannya saat itu suami saya mengutak-atik fungsi BB Buat Bisnis secara otodidak dan mengajarkannya pada saya yang seharian menjaga dan melayaninya. Alhamdulillah, hasil belajar dan pengajaran dari suami tersebut omset penjualan fashion saya jadi meroket..” Ibu Imas bersyukur

Hebatnya, jualan via BB ini Ibu Imas hampir tidak mengeluarkan modal kecuali cicilan BB dan biaya paket pulsa untuk BBnya. Tidak stock barang kecuali beberapa barang akibat cancel sepihak dari pemesannya, dan tidak pula punya toko atau kios. Dia jualan pakaian hanya bermodalkan Foto barang + Kejujuran + Kesabarannya melayani calon pelanggannya yang kadang minta ampun bawel dan kritisnya.

Awalnya Tidak sedikit calon pelanggan yang tidak percaya dengan kualitas barang dan kredibilitas pelayanannya, namun sekarang malah mereka merekomendasikan teman-teman atau keluarga mereka untuk berbelanja pakaian ke Ibu Imas. Sekarangpun banyak suplier/produsen yang meminta Ibu Imas menjualkan barang mereka.

Belum sampai sebulan, cicilan BBnya langsung dilunaskan dari hasil keuntungannya berjualan. Kini rata-rata omset penjualannya berkisar 1-2 juta perhari, bahkan tidak jarang bisa tembus 3 juta perhari. Penjualan itu semua dilakoninya masih seorang diri, tanpa bantuan asisten.

“Beberapa bulan yang lalu pernah mengajak sepupu dari kampung tuk bantu-bantu, tapi gak bertahan lama karena sering sakit-sakitan. Sampai sekarang belum ketemu lagi orang yang pas tuk membantu…” jelasnya.

Walaupun jualan via BB, rupanya Ibu Imas paham betul arti pentingnya sebuah nama dalam usaha (brand), sehingga ia menggunakan nama @butikavaka sebagai brand butik OnLinenya, sekaligus nama akun twitter dan Instagram butik tersebut dan Fesbuknya ButiKavaka “Belanja Aman dan Nyaman”

Pelanggan setia @butikavaka pun kini sudah banyak yang tersebar dari Sabang – Papua, bahkan tidak sedikit dari Luar Negeri seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, dll. Semua data pelanggannya tersebut terkumpul dalam dua BB yang dimilikinya. Tidak sedikit TESTIMONI kepuasan mereka belanja secara online di @butikavaka

Disamping jualan busana muslimah terkini, Ibu Imas kini merambah ke usaha distributor herbal berkualitas, kelambu lipat modern merek Javan Bed Canopy dan jual beli properti…

Alhamdulillah, berawal dari jualan via BlackBerry kini Ibu Imas telah memiliki sebuah rumah bertingkat yang cukup cantik, lantai duanya dibuat 7 kamar kosan yang selalu terisi penih.

Berbisnis Bertambah Saudara

Bagi Ibu Imas, pelanggan bukan sekedar Raja yang kadang dicari ketika dibutuhkan saja, tapi lebih dari itu Pelanggan adalah Saudara tempat berbagi suka dan duka.

Tidak sedikit berawal dari transaksi bisnis berkahir pada terjalinnya ikatan persaudaraan diantara Ibu Imas sebagai penjual dengan para pelanggannya. Mungkin karena ini bawaan dia sebagai anak semata wayang, sehingga haus akan saudara.

Kalau ada pelanggan yang komplain dengan kualitas barang yang dibeli, tidak berpikir panjang Ibu Imas langsung mengirim penggantinya atau mengembalikan uang pembeliannya. Baginya Lebih baik merugi daripada bikin kecewa saudara barunya kecewa dengan kualitas barang yang dibeli.

Berbisnis + Berbagi = Bermanfaat

Imas Butikavaka

Belanja Sambil Berbagi Bersama @Butikavaka

Sebenarnya Ibu Imas agak berat membicarakan tentang berbagi ini…
“Saya takut dianggap riya kalau ngomongin tentang berbagi, apalagi berbaginya cuma sedikit…” alasannya mengelak. Tapi, setelah dilakukan “pemaksaan” dengan alasan untuk berbagi INSPIRASI diapun mau sedikit bercerita akan hal ini.

“Kesyukuran terbesar saya jualan ini adalah saya bisa sedekah lebih besar dan lebih sering dari sebelumnya. Saya berkomitmen tuk menyisihkan minimal 10% dari keuntungan jualan saya setiap bulan. Dalam doapun saya tidak meminta pada Allah tuk melariskan saya, tapi saya minta pada Allah agar saya selalu dimampukan bisa bersedekah lebih besar dan lebih sering dari bulan-bulan sebelumnya…” katanya.

Terbukti, tiap lebaran setelah memulai berjualan Ibu Imas berbagi Sembako dan THR kepada para anak yatim dan doeafa dikampungnya, belum lagi sedekah bulanannya yang disalurkannya via komunitas PAY (Pecinta Anak Yatim).

“Alhamdulillah…saya gak yakin bisa berbagi seperti ini kalau gak jualan seperti sekarang, inipun juga sebenarnya amanah dari para pelanggan @butikavaka lewat 10% keuntungan yang disisihkan…” katanya bersyukur

Subhanallah…
Mungkin bagi kebanyakan orang BB adalah sumber pemborosan, tapi ditangan Ibu Imas BB jadi sumber pendapatan asal ada kemauan kuat tuk terus belajar dan berusaha. Semoga kisah ini bisa menjadi contoh usaha kreatif bagi para pemula dalam berbisnis.. 🙂

Naahh… Bagi pembaca FokBis yang pengen kenal lebih dekat dan merasakan sensasi belanja sambil berbagi bersama Ibu Imas Butikavaka silahkan add PIN:59D57835 atau WA/Telegram 0896.8970.0046

Butikavaka

kantor 2 300 x 250 lelah di kantor ??? 300 widget kanan

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


BANNER FREE MEMBER
Tips Bisnis Online & Internet Marketing GRATIS via PIN:2AEDE6B7 & WA:089602822094Join FREEmember