Ita Fitriah, Memulai Usaha Jasa Menghias Seserahan dari Barang Bekas

Jasa Hias Seserahan Pernikahan Bandung
header niko 728 x 90
Jasa Hias Seserahan Pernikahan Bandung

Ita Fitriah, Pengusaha Jasa Hias Seserahan Bandung

Jasa Menghias Hantaran Pernikahan di Bandung,
Bagi Anda yang sudah menikah, mungkin Anda masih ingat, salah satu yang banyak menyita perhatian Anda adalah bagaimana Anda menghias bingkisan pernikahan yang akan dibawa untuk calon mempelai wanita. Pada saat melakukan upacara seserahan, biasanya calon mempelai laki-laki membawa banyak barang seserahan yang akan diberikan kepada calon mempelai wanita.

Bagi beberapa orang, hiasan seserahan mungkin tidak menjadi permasalahan besar, karenanya tidak terlalu diperhatikan. Tetapi bagi sebagian yang lain, hiasan seseorahan ini diperhatikan dengan sangat serius karena menyangkut harga diri dan juga gengsi seseorang. Mereka menginginkan seserahan dihias sedemikian rupa sehingga terlihat layak dan elegan.

Namun demikian, menghias seserahan bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan peralatan yang memadai, boks ataupun kotak tempat seserahan yang bagus, dan juga keterampilan menghias seserahan yang pas. Perpaduan tiga kondisi inilah yang sering kali membuat orang berpikir panjang bagaimana membuat barang seserahan terlihat bagus, tetapi tidak mubazir. Mengapa mubazir, karena boks seserahan yang mahal itu akan digunakan untuk apa setelah event pernikahan selesai?

Bagaimana memanfaatkan kotak seserahan yang mahal itulah yang juga dipikirkan oleh Ita Fitriah, ibu muda asal Bandung. Waktu itu, ia menggunakan sekitar 20 kotak seserahan yang masing-masing harganya bervariasi antara Rp 250.000 hingga Rp 500.000. Lalu terpikirlah dalam dirinya, mengapa tidak sekalian saja ia membuka layanan hiasan rumah seserahan?

Maka dengan tekad yang kuat, mulailah ia membuka usahanya yang diberi nama Itanfa Rumah Seserahan. Usaha tersebut ia jalankan di rumahnya di Bandung. Ia menambah koleksi kotak seserahannya hingga cukup banyak. Jasanya adalah mulai dari menyewakan kotak seserahan hingga menghias kotak tersebut sesuai dengan keinginan dari pengguna jasanya.

Seperti biasa, sebagaimana usaha kecil lainnya, ia mulai mempromosikan usahanya kepada teman-teman dekatnya. Mereka yang belum menikah dibujuk untuk menggunakan dan menyewa kotak seserahan miliknya. Masuk akal dan saling menguntungkan. Para calon mempelai bisa menghemat hingga 80% untuk membeli kotak seserahan, dan di sisi lain mereka bisa mendapatkan hiasan seserahan sehingga terkesan layak dan memadai.

Maka dari mulut ke mulut, dari satu pin BBM ke pin BBM yang lain, dari satu akun FB, WA, dan Instagram beralih ke akun yang lain, mulailah usaha Ita berkembang cepat. Modalnya benar-benar dari hasil pernikahan yang sudah ia lakukan. Kotak hantaran yang digunakannya ternyata masih bermanfaat dan bahkan bisa menjadi tambahan penghasilan buat keluarga.

Usaha yang sudah berjalan sekitar satu tahun itu semakin berkembang hingga saat ini. Setidaknya setiap Minggu ada dua hingga empat penyewa yang menggunakan jasanya. Ita memberi syarat minimal 10 kotak yang harus disewa dengan harga sewa per kotak hantaran sebesar Rp 60.000. Jika calon mempelai menyewa sekitar 15 kotak, maka ia harus membayar Rp 900.000.

Satu syarat lagi yang ia berlakukan adalah orang tersebut harus membayar minimal 20% sebagai tanda jadi untuk memastikan kotak hantarannya tersedia. Tanda jadi ini diperlukan karena pengalamannya, jika tidak ada tanda jadi, kemungkinan terjadi pembatalan cukup tinggi sehingga merugikan penyewa yang lain dan juga merugikannya sebagai pengusaha karena barangnya tidak jadi disewa.

Hingga saat ini, Ita terus melengkapi koleksi kotak hantarannya, dan ia sekarang sanggup melayani hingga 4 penyewa dalam satu hari. Artinya, ada 4 set yang standby dan bisa disewa secara bersamaan. Jika ingin menggunakan jasa Ita sebenarnya tidak sulit.

Cukup menelpon Ita dan memesan kotak hantaran seperti yang ada di Facebook maupun Instagram miliknya. Setelah memilih dan cocok, tinggal persetujuan harga, lalu mentransfer uangnya. Dua hari sebelum acara, tim Ita akan datang menghantarkan kotak hantaran dan menghias barang-barang yang akan dihantarkan. Selesai menghias, tim Ita menyerahkan kotak hantaran kepada calon mempelai. Calon mempelai tinggal membawanya pada saat acara seserahan. Selesai acara seserahan, satu hari kemudian, kotak hantaran akan diambil kembali. Tentu setelah isinya disimpan oleh mempelai wanita.

Begitulah proses penyewaan itu berjalan sehari-harinya. Selama ini, Ita lebih banyak menggunakan media sosial untuk promosinya. Di samping murah, ternyata efektif. Hampir sebagian besar konsumennya tahu dari temannya ataupun dari akun media sosial miliknya. Karena itulah Ita rajin memfoto barang hiasan yang sedang dihiasnya, lalu diunggah (upload) ke akun media sosial miliknya.

Tantangan utamanya adalah kompetisi yang semakin ketat. Jasa penyewaan kotak hantaran dan juga menghiasnya sekarang ini tumbuh menjamur di Bandung khususnya. Hambatan masuk ke industri ini tidak terlalu besar karena dari sisi modal finansial juga tidak terlalu besar. Setiap orang yang sudah menikah dan mempunyai kotak bekas hantaran pernikahannya bisa dengan mudah membuka jasa seperti ini.

Pada akhirnya yang akan berbicara pada konsumen adalah pelayanan. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan konsumen di antaranya adalah keragaman kotak hantaran yang mau dihias, kesediaan produk, keterampilan menghias, dan juga harga. Karena itulah, hampir setiap bulan Ita selalu memperbaharui koleksinya dengan menambah berbagai kotak dan aksesori pendukungnya. Dengan demikian, setiap orang yang akan menyewa dan menggunakan jasanya mempunyai banyak pilihan yang bisa dipilih sesuai kepribadiannya.

Saat ini, Ita sedang mengembangkan layananya tidak hanya untuk barang seserahan, tetapi juga untuk berbagai event yang lain semacam birthday party ataupun perkumpulan keluarga. Ke depan, Ita ingin sekaligus bisa mengelola event dan party semacam ini, bukan hanya sekadar menyewa kotak hantarannya.

Apa yang dilakukan Ita Fitriah memberikan pelajaran berharga kepada kita bahwa apapun yang ada di dunia ini harus bisa dimanfaatkan secara ekonomis. Jangan sampai setiap habis pakai lalu dibuang, karena bisa jadi, apa yang sudah kita gunakan masih mempunyai nilai ekonomis, bahkan bisa menjadi sumber penghasilan.

Untuk bisa bersaing, tentu saja kita harus mempunyai keunggulan. Tanpa keunggulan bersaing yang kuat, kita akan segera dilibas oleh para pesaing, apalagi yang mempunyai kekuatan besar dalam mengungguli produk dan jasa yang kita tawarkan.

Buat Fobisers yang mau menggunakan jasa hias hantaran pernikahan dari Itanfa Rumah Seserahan bisa hubungi langsung ITA FITRIAH di 0812-2190-5758

[Tulisan Akbar Zainudin : Motivator Man Jadda Wajada | Hub 0856.9703.5117]

 

Rekening Santunan Anak Yatim Piatu

kantor 2 300 x 250 lelah di kantor ??? 300 widget kanan

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


BANNER FREE MEMBER
Tips Bisnis Online & Internet Marketing GRATIS via PIN:2AEDE6B7 & WA:089602822094Join FREEmember