Cara Olivia Meraup Keuntungan Dari Hobi Memotretnya

Jasa Foto Pernikahan di Pontianak
header niko 728 x 90
Jasa Foto Pernikahan di Pontianak

Olivia dan Akbar Zainudin

OLIVIA, DARI HOBI MENJADI BISNIS
Nama aslinya Nyi Ayu Olivia Nurul Hillary, panggilannya Olivia, asal Pontianak Kalimantan Barat. Olivia adalah pecinta fotografi. Hobinya memoto dan difoto. Jika ditimbang-timbang, mungkin lebih besar porsi untuk hobi difoto daripada memoto. Tetapi itu tidak menghalanginya untuk terjun sebagai pengusaha di bidang fotografi. Olivia membuka studio foto sendiri.

Bisnis terkait foto memoto lumayan lebar rentangnya. Mulai dari jasa pemotretan untuk berbagai acara; utamanya wedding atau pernikahan, kelahiran, wisuda, ulang tahun, perpisahan, dan berbagai acara penting lainnya. Yang dibidik adalah jasa mengabadikan berbagai momentum penting yang bisa jadi hanya terjadi sekali seumur hidup. Jika momen itu bisa diabadikan dengan baik, maka akan memberikan kenangan seumur hidup.

Setiap orang pasti mempunyai momentum dalam perjalanan hidupnya, tetapi tidak semua orang terpikir mengabadikannya. Hal itu terjadi mungkin karena merasa tidak terlalu penting ataupun karena tidak mempunyai alat yang memadai. Dan kebutuhan itu banyak, maka masuk ke dalam jasa fotografi merupakan langkah yang tepat.

Memoto membutuhkan seni dan sentuhan pribadi. Walaupun dengan peralatan sama, obyek dan waktu sama, hasil sebuah foto bisa berbeda. Di sinilah peran penting dari sebuah hobi. Rasa senang melakukan sesuatu biasanya memberikan kebahagiaan dalam mengerjakannya. Saat seseorang mengerjakan sesuatu dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan, akan memudahkannya dalam menghasilkan sesuatu yang optimal.

Cukup unik cerita awal Olivia berbisnis studio foto. Awalnya, Olivia mengandalkan alat fotografi dan keterampilan dari seseorang yang kemudian menjadi kekasihnya. Aha, sebuah kerja sama apik yang tidak hanya menghasilkan pertautan dua hati, tetapi juga kerja sama apik untuk membangun bisnis.

Dua orang ini membagi tugas dengan baik; Olivia menjadi tenaga pemasaran dan pengembangan bisnis, sementara sang pacar menjadi fotografernya. Olivia memasarkan jasanya terutama yang pertama adalah kepada teman-temannya. Ia yakinkan teman-temannya bahwa mereka perlu mengabadikan berbagai momen dalam hidupnya dengan baik sehingga akan menjadi kenangan yang mengesankan.

Dan ia yakinkan pula bahwa ia mempunyai kamera dan fotografer yang baik sehingga bisa mengabadikan semua momentum dengan baik.

Begitulah, pada awalnya tentu tidak semua orang percaya. Tidak mudah meyakinkan orang agar mereka mau membayar jasa fotografi. Masih banyak yang berpikir cukuplah mereka menggunakan kamera HP bagi yang tidak punya kamera. Tapi lambat laun, kesadaran orang untuk mengabadikan setiap momentum semakin timbul. Semakin lama, mereka semakin mau mengeluarkan biaya asal bisa mendapatkan foto dengan baik. Toh ini hanya terjadi seumur hidup.

Mulailah satu demi satu kepercayaan itu datang. Dimulai dari kawan-kawannya yang oberulang tahun, ujian skripsi, wisuda, silaturahmi keluarga, seminar, wisuda, hingga acara pernikahan. Mereka mulai menggunakan jasanya dalam mengabadikan event mereka. Satu demi satu dilayani Olivia dengan baik hingga akhirnya bisnisnya semakin lama semakin maju.

Pada awalnya, ia meminta satu ruangan di rumah kepada orang tuanya untuk dijadikan usaha fotografi ini. Seiring dengan order yang semakin banyak, maka dirasa perlu memindahkan usahanya ke dekat wilayah pemukiman dan perkotaan sehingga lebih mendekatkan diri kepada target konsumennya.

Setelah mengumpulkan dana dari hasil usahanya selama ini, ditambah bantuan Pemerintah melalui program Gerakan Kewirausahaan Nasional, maka iapun memindahkan kantornya dengan menyewa sebuah rumah petak di sebuah perumahan yang tidak terlalu jauh dari kota Pontianak. Tadinya, kantor sekaligus studionya berada di Kabupaten Kubu Raya yang cukup jauh dari perkotaan.

Olivia sadar, pasar yang dibidiknya adalah anak-anak muda dan para mahasiswa yang kebanyakan berada di sekitar Pontianak, karena itulah ia memindahkan studionya mendekati Pontianak. Tempat barunya itu memang tidak benar-benar di tengah kota, tetapi setidaknya terjangkau untuk para mahasiswa dengan menggunakan motor.

Maka perumahan yang tadinya sepi itu sekarang mulai menggeliat dengan beberapa tempat yang dijadikan sebagai tempat usaha. Olivia membuka studio foto yang diberinya nama Viapuccino Studio, dengan target utama anak-anak muda dan mahasiswa. Mereka bisa menyewa studio dengan harga Rp 200.000 per jam, menyewa peralatan foto di situ, dan bisa juga sekaligus menyewa fotografernya.

Di samping itu, dengan peralatan yang lebih lengkap, Olivia juga membuka jasa fotografer untuk berbagai acara, baik indoor maupun outdoor. Karena klien terbesarnya dari kalangan mahasiswa, maka biasanya order terbesarnya adalah pada saat musim wisuda. Mereka menyewa studionya, alatnya, dan sering kali pula menyewa sekaligus fotografernya.

Agar memudahkan konsumen dalam memilih, Olivia membuat berbagai paket yang bisa dipilih konsumen. Paket wisuda misalnya, bisa hanya menyewa studio, ataupun juga menyewa jasa fotografer pada saat wisuda berjalan. Paket pernikahan bisa terdiri dari paket pra pernikahan (pre wedding), acara ijab kabul, dan acara pestanya. Untuk saat ini, Olivia belum menyediakan paket video sendiri karena keterbatasan alat, tetapi dia menyewanya dari temannya yang kameraman video.

Begitulah Olivia membangun usaha. Bermula dari rumah, bekerja sama dengan temannya yang mempunyai alat fotografi, relatif modal awalnya adalah kepercayaan dari teman-temannya. Teman-temannya percaya bahwa Olivia akan mampu memberikan pelayanan terbaik, karena itulah mereka mau menggunakan jasanya.

Uang dari hasil fotografi itu ditabung sedikit demi sedikit dalam waktu yang relatif lama. Saat tabungannya sudah cukup, iapun memindahkan tempat usahanya ke lokasi yang lebih dekat dengan konsumennya.

Olivia membangun bisnisnya secara bertahap, tidak langsung besar. Kemampuannya membesarkan bisnis secara bertahap inilah menjadi pengalaman penting baginya agar bisa terus tumbuh dengan mengandalkan dirinya sendiri. Perlahan tapi pasti, jika ia konsisten, usahanya akan terus bisa maju dan melesat ke depan. Karena pada akhirnya, kemampuan untuk berkembang yang akan menjadikan seseorang bertahan.

Kadang orang berpikir bahwa untuk memulai usaha dibutuhkan modal uang yang besar. Memang benar, bahwa memulai usaha selalu membutuhkan uang, tetapi yang mesti disadari adalah bahwa uang tersebut tidak mesti harus dari kantong sendiri. Bisa pinjaman dari orang tua, lembaga keuangan, ataupun bekerja sama dengan orang lain.

Dalam kasus Olivia, ia bekerja sama dengan orang yang kebetulan pacarnya dalam pengadaan alat dan juga jasanya.
Bermula dari kecil, jika konsisten terus menerus, maka akan bisa menjadi besar.

Bagi Forbisers yang menggunakan jasa dan keahlian Olivia bisa langsung menghubunginya diĀ 085750929992

[Tulisan Akbar ZainudinĀ : Motivator Man Jadda Wajada | Hub 0856.9703.5117]

Rekening Donasi Anak Yatim

kantor 2 300 x 250 lelah di kantor ??? 300 widget kanan

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


BANNER FREE MEMBER
Tips Bisnis Online & Internet Marketing GRATIS via PIN:2AEDE6B7 & WA:089602822094Join FREEmember